LED for brighter future

Aku yakin banyak umat manusia di seluruh dunia ini yang telah mengenal led, yak betul led atau light emitting diode telah menjadi tren saat ini. Led banyak digemari karena selain hemat energy, warna yang dipancarkan sangat variatif, lebih terang dari bohlam lampu konvensional dan harganya yang terjangkau.

Banyak sekali led yang telah ada di pasaran saat ini, led bisa digolongkan berdasarkan spesifikasinya.
Misal berdasarkan ukuran: ada led ukuran 3mm, 5mm, 8mm hingga 12mm.
Berdasarkan body: ada yang bening (clear) dan ada yang berwarna.
Berdasarkan warna yang dipancarkan: ada yang monokrom, diantaranya :putih, merah, biru, hijau, orange dan banyak lagi dan ada juga yang dua warna, tiga warna (bisa kayak banyak warna).
Berdasarkan terangnya: ada led biasa, superbright, hid, luxeon dll.
Wah pokoke wuakeh tenan lah macemnya led.


Macem-macen led


Ukuran led 3mm,5mm,8mm dibandingkan sebatang korek api


Led bodi butek 5mm (nyala sesuai bodi)


Led bodi bening (nyala tergantung dopping)


Led bening nyala biru

Penggunaan led telah sangat menjamur (duh bahasane lebai bener). Setiap hari, aku yakin kita semua pasti menjumpai led. Yak betul! di traffic light mas mbak. Lampu lalin saat ini sudah dimodifikasi menggunakan led, selain lebih hemat energy juga lebih terang, di atas lampu lalin pun ada countdown yang juga lagi-lagi terbuat dari led.
Bahkan lampu penerangan jalan umum (PJU) pun sudah ada beberapa yang menggunakan LED. Untuk lampu rumahan juga banyak dijual LED bulb.

Masih banyak lagi aplikasi led, sepeti pada strob0 mobil polisi, juga di mobil-mobil keren seperti Audy R8, juga di bus-bus terbaru. Senter dan lampu emergency pun sekarang memakai led (tahan berhari-hari dinyalain terus tu).


Audi R8 headlamp


led strobo polisi jepang


senter led

Mungkin ada yang bertanya, mas bagaimana saya bisa mendapatkan led? Ya beli ! :p .Kita bisa mendapatkan led di toko2 elektronik terdekat (bukan toko listrik).

Di saya bisa juga bisa.

http://www.facebook.com/notes/jalu-wirawan-susanto/ingin-menjadi-iron-man/220975907917009?ref=notif&notif_t=note_comment

Ada yang Tanya lagi, ngomongnya beli apa mas? Ya beli led, trus ngomong aja yang nyalanya warna apa, ukuran bodynya berapa, trus minta resistor 1kOhm jg, trus beline jg jangan cuman satu, tar nek mati nangis. Trus mungkin nek udah dapet led nya ada yang Tanya lg, le nyalain gimana kepriwe mas?

Kita menggunakan catu daya DC (direct current) atau arus searah untuk menyalakan led. Standarnya arus dan tegangan maksimum led berkisar 2volt, 0.02ampere untuk led monokrom clear berwarna merah dan 2-4volt, 0.02ampere untuk led clear. Jadi kalau kita punya adaptor 5 volt (pastikan 5 volt) dan ampernya dibawah 1 ampere (charger hape), kita masih bisa langsung menghubungkannya. Tapi kalau udah diatas 5 volt disarankan menggunakan resistor, kalau mau aman pake resistor 1kOhm. Nah cara menghubungkan led dengan catu daya seperti gambar ini…


Gambar anoda (kutub positif led) dan katoda (kutub negative led)


Gambar rangkaian led dengan catu daya 9V DC menggunakan resistor 1kOhm

Untuk menentukan kaki positif negative atau anoda katoda pada led dapat dilihat pada kaki led(lebih panjang anoda atau kutub positif). Dan jika dilihat di dalam body led, kaki anoda lebih kecil dari katoda.

Sementara segini dulu, yang penting led udah mau nyala kan? Selanjutnya ada proyek2 pake led yang sangat menarik, seperti flashing led, running led, dancing led, led strobo dan proyek led yang menarik lainnya. Nantikanlah !!

Nantikan juga rumus menghitung resistor untuk LED.

SAVE OUR WORLD! KEEP EFICIENT! LED 4 BRIGHTER FUTURE.